RINGKASAN MATERI PERTEMUAN 4 FUNGSIONALISME DAN BEHAVIOURISME

 

NAMA        : HIJRAH ARIYANSYAH LUBIS

NIM            : 2310321027

MATKUL    : PSIKOLOGI UMUM KELAS A

TUGAS        : RINGKASAN PRIBADI PERTEMUAN 4 FUNGSIONALISME & BEHAVIORISME

1.      AWAL PERKEMBANGAN PSIKOLOGI AMERIKA

Ada dua momen penting yang membuat perekembangan psikologi di Amerika

1. Laboratorium Psikologi Pertama : Edward bradford titchener membawa sedikit ilmu psikologi strukturalisme ke amerika. Lalu G. Stanley Hall mempunyai ide untuk membuka laboratorium psikologi pertama di Amerika Serikat pada tahun 1883. Ide ini terinspirasi dari laboratorium psikologi pertama di Jerman oleh Wilhelm Wundt. Laboratorium ini menjadi tempat para psikolog Amerika keren melakukan riset dan membuat dasar-dasar psikologi eksperimental di Amerika.

2. Pendekatan Fungsionalisme : William James, seorang tokoh penting dalam psikologi Amerika. Dia menciptakan pendekatan fungsionalisme yang menggarisbawahi pentingnya memahami fungsi mental dan perilaku kita dalam beradaptasi pada lingkungan sekitar. Salah satu bukunya yang terkenal , "The Principles of Psychology" (1890).

Selain itu ada juga aliran-aliran lain yang mempengaruhi perkembangan psikologi amerika  seperti behaviorisme, psikoanalisis, dan humanisme yang mempengaruhi perkembangan psikologi di Amerika.

2.      KARAKTERISTIK FUNGSIONALISME

·         Fungsionalis memuncul sebagai paham/gerakan yang menentang strukturalisme.

·         Seperti Namanya, fungsionalisme lebih mementingkan pikiran dan fungsinya.

·         Penekanan terutama ditempatkan pada semua aspek praktis.

·         Fungsionalisme memiliki kerangka referensi yang sepenuhnya biologis dan juga berfokus pada evolusi.

·         Memiliki kapasitas untuk mendiversifikasi subjek, metode dan semua proses psikologis yang diselidiki.

3.      PEMIKIRAN WILLIAM JAMES

William James adalah sosok penting dalam sejarah psikologi yang mengusung gagasan-gagasan penting. Berikut beberapa pemikiran James:

·         Pentingnya Fungsi Mental : James sangat vokal tentang pentingnya kita memahami "mengapa" dan "bagaimana" pikiran dan perilaku kita berjalan, bukan hanya sekedar "apa" yang ada di dalam pikiran kita.

·         Karakteristik Prinsip Fungsionalisme : James memperkenalkan karakteristik prinsip fungsionalisme yang unik. Ia menekankan bahwa psikologi harus fokus pada bagaimana fungsi-fungsi mental membantu kita beradaptasi dengan dunia sekitar.

·         Teori Kesadaran : James mempunyai teori tentang kesadaran. Menurutnya, kesadaran itu seperti aliran yang selalu bergerak dan berubah terus. Tidak pernah berhenti.

·         Kenyataan Subyektif : James sangat peduli terhadap pengalaman pribadi kita yang unik. Menurutnya, setiap orang punya pengalaman yang beda-beda, dan ini harus diakui dalam penelitian psikologi.

·         Pragmatisme : James juga mempunyai pandangan pragmatis. Pragmatisme itu tentang nyari yang bermanfaat dan praktis dalam menilai sesuatu. Dalam psikologi, James bilang, konsep atau teori itu harus bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari kita.

·         Teori Emosi : James bersama temannya, Carl Lange, mempunyai teori tentang emosi yang disebut "Teori James-Lange." Mereka bilang kita merasakan emosi karena merasakan perubahan fisik dalam tubuh kita sebagai respons terhadap situasi yang kita alami.

·         Kajian Individual : James sangat menyukai penelitian yang melibatkan individu dan penelitian di lapangan. Baginya, kita harus melihat orang dalam situasi sebenarnya daripada hanya di laboratorium.

4.      PEMIKIRAN G.S HALL

·         Laboratorium Psikologi Pertama di Amerika : Hall adalah orang pertama yang membuka laboratorium psikologi di Amerika pada tahun 1883.

·         Teori Recapitulasi : Hall mempunyai teori tentang perkembangan manusia yang dia sebut teori recapitulasi. Menurutnya perkembangan kita itu mirip dengan sejarah evolusi manusia. Jadi, dalam perkembangan anak, kita bisa lihat tahap-tahap perkembangan manusia dalam sejarah.

·         Studi Psikologi Anak : Hall berambisi pada studi tentang perkembangan anak. Dia jadi salah satu yang paling berpengaruh dalam membangun psikologi perkembangan sebagai cabang ilmu psikologi.

·         Kontribusi pada Pendidikan : Hall juga mempunyai kontribusi dalam bidang pendidikan. Menurutnya kurikulum harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, dan dia mendukung pendekatan pendidikan yang lebih fokus ke pengalaman langsung dan eksperimen.

·         Psikologi Adolesens : Hall menamai "adolesens" untuk masa transisi dari anak-anak ke dewasa. Dia membuat penelitian khusus tentang masa ini dan mencari tahu apa yang membuat masa remaja itu beda.

·         Pentingnya Metode Ilmiah : Hall sangat mendukung penggunaan metode ilmiah dalam psikologi. Menurutnya kita harus memakai pendekatan eksperimental untuk memahami proses-proses mental dan perkembangan manusia.

·         Pengaruh Evolusi dan Darwinisme : Hall sangat terpengaruh oleh teori evolusi Darwin. Dia terapkan konsep evolusi ini dalam pemikiran psikologisnya, terutama dalam teori recapitulasi.

·         Studi tentang Mimpi : Hall juga menyukai eksplorasi tentang mimpi. Dia percaya bahwa mimpi bisa memberi kita wawasan tentang pikiran bawah sadar kita dan mencoba pahami makna dan peran mimpi dalam proses mental kita.

5.      FUNGSIONALISME DI UNIVERSITAS CHICAGO

Universitas Chicago sebagai tempat di mana ide-ide fungsionalisme dalam psikologi berkembang dengan pesat. Di sana, ada beberapa hal menarik yang terjadi:

 

1. Pentingnya Fungsionalisme : Universitas Chicago adalah salah satu tempat utama di mana fungsionalisme menjadi begitu penting dalam dunia psikologi. Psikolog terkenal seperti John Dewey dan James Rowland Angell adalah salah satu yang mendorong aliran ini.

 

2. Pandangan Holistik: Mereka di Chicago melihat psikologi dari sudut pandang holistik, yang artinya mereka memahami manusia sebagai satu kesatuan yang kompleks. Mereka ingin tahu bagaimana pikiran dan perilaku seseorang berfungsi dalam konteks kehidupan sehari-hari.

 

3. Penelitian di Lapangan : Di Chicago, mereka suka sekali dengan penelitian di lapangan. Mereka percaya bahwa ini adalah cara terbaik untuk memahami bagaimana orang berinteraksi dengan lingkungan mereka dan bagaimana pikiran mereka beradaptasi dengan dunia nyata.

 

4. Fokus pada Fungsi Mental : Seperti dalam fungsionalisme pada umumnya, psikolog di Chicago sangat tertarik pada pemahaman tentang fungsi-fungsi mental, seperti bagaimana kita melihat dunia, belajar, dan mengingat. Mereka ingin tahu mengapa dan bagaimana fungsi-fungsi ini berkembang.

 

5. Pengaruh Darwin : Seperti kebanyakan fungsionalis, psikolog Chicago juga terinspirasi oleh teori evolusi Darwin. Mereka melihat perkembangan manusia sebagai hasil dari proses evolusi dan mencoba mengerti bagaimana adaptasi terhadap lingkungan memengaruhi pikiran dan perilaku kita.

 

6. Kontribusi Signifikan : Universitas Chicago, khususnya departemen psikologinya, memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah psikologi Amerika. Ide-ide dari psikolog seperti Dewey dan Angell dalam mengembangkan fungsionalisme telah membentuk arah perkembangan psikologi modern di Amerika Serikat.

6.      FUNGSIONALISME PSIKOLOGI DI UNIVERSITAS COLUMBIA

Di Universitas Columbia, mereka juga punya peran penting dalam perkembangan fungsionalisme dalam dunia psikologi. Beberapa tokoh terkenal seperti John Dewey dan James McKeen Cattell adalah pionir dalam memperkenalkan ide-ide fungsionalisme di sana.

 

Mereka memiliki pendekatan yang keren terhadap psikologi. Mereka melihat manusia sebagai makhluk yang kompleks dan menganggap penting untuk memahami bagaimana pikiran dan perilaku kita bekerja dalam kehidupan sehari-hari.

 

Mereka juga suka melakukan penelitian di lapangan, yang artinya mereka keluar dan melihat langsung bagaimana orang berinteraksi dengan lingkungan mereka. Ini membantu mereka memahami bagaimana fungsi-fungsi mental beroperasi dalam situasi dunia nyata.

 

Mereka juga sangat tertarik pada fungsi mental seperti persepsi, belajar, dan memori. Mereka ingin tahu kenapa dan bagaimana fungsi-fungsi ini berkembang.

 

Pengaruh teori evolusi Darwin juga ada di sini. Mereka melihat perkembangan manusia sebagai hasil dari evolusi dan mencoba mengerti bagaimana adaptasi terhadap lingkungan memengaruhi cara kita berpikir dan berperilaku.

 

7.      LATAR BELAKANG BEHAVIOUR

Behaviorisme itu muncul karena reaksi terhadap cara psikologi dulu. Waktu itu, psikologi banyak berkutat dengan konsep-konsep mental yang sulit diobservasi. Lalu para behavioris berpikir, Kenapa kita tidak mencoba memakai metode ilmiah seperti fisika dan kimia dalam psikologi?

Ada juga pengaruh besar dari seorang ilmuwan Rusia, Ivan Pavlov. Ia memberi ajaran tentang kondisi refleks, yang menjadi dasar pemahaman cara kita belajar melalui asosiasi antara rangsangan dan respons.

Ada juga John B. Watson yang bisa dianggap sebagai "bapak" behaviorisme. Menurutya, psikologi harus fokus pada perilaku yang bisa kita amati dan ukur. Ini menjadi dasar untuk pendekatan behavioristik.

Lalu, ada Burrhus Frederic Skinner yang mengembangkan teori tentang operant conditioning. Dia bilang kita bisa belajar melalui konsekuensi dari perilaku kita, seperti hadiah atau hukuman.

Behaviorisme muncul karena mereka ingin psikologi jadi lebih ilmiah dan fokus pada perilaku yang bisa diamati dan diukur secara objektif.

8.      PSIKOLOGI OBJEKTIF RUSIA

Psikologi Objektif Rusia bisa disebut sebagai cabang psikologi yang lahir di Rusia. Mereka suka dengan yang namanya pendekatan ilmiah, jadi di cabang ini lebih fokus pada bukti-bukti yang konkret daripada teori-teori spekulatif.

Ada dua tokoh penting dalam aliran ini, yaitu Ivan Pavlov dan Vladimir Bekhterev. Ivan Pavlov terkenal dengan eksperimennya tentang anjing yang belajar merespons rangsangan tertentu, seperti lonceng. Ini membantu kita ngerti lebih dalam tentang pembelajaran. Vladimir Bekhterev juga punya peran besar dengan konsep refleksologi. Mereka berpikir bahwa refleks itu unit dasar dalam psikologi yang bisa diukur dan diamati.

Mereka sangat suka pada penelitian empiris, yang artinya mereka ingin melihat dan ukur perilaku yang bisa diamati. Mereka juga sering menghighlight hubungan antara rangsangan dari luar (stimulus) dengan respons yang muncul dari rangsangan tersebut.

9.      PEMIKIRAN J.B WATSON

 

1. Perilaku yang Bisa Diamati : Watson menyukai perilaku yang bisa kita lihat dan ukur secara jelas. Dia bilang psikologi harus lebih ilmiah dengan fokus pada perilaku yang bisa diamati, seperti gerakan tubuh atau reaksi fisik.

 

2. Bukan Studi Pikiran : Dia tidak suka pada studi tentang pikiran dan perasaan karena menurutnya itu susah diukur dan sulit untuk dibuat penelitian yang objektif. Dia lebih suka melihat respons fisik yang bisa diamati.

 

3. Pendekatan Stimulus-Respon : Watson punya ide tentang pendekatan stimulus-respon. Ini artinya perilaku manusia itu respons terhadap rangsangan dari lingkungan. Jadi, dia melihat perilaku sebagai hasil dari belajar melalui asosiasi antara stimulus dan respons.

 

4. Eksperimen dengan Little Albert : Dia mempunyai eksperimen terkenal dengan seorang anak bernama Little Albert. Dia menunjukkan bahwa kita bisa belajar ketakutan melalui asosiasi stimulus. Misalnya, Little Albert awalnya tidak takut tikus, tapi setelah dikaitkan dengan suara keras, dia jadi takut sama tikus.

 

5. Pengaruh Lingkungan : Watson sangat betul-betul percaya kalau lingkungan itu berpengaruh besar dalam membentuk perilaku kita. Menurut dia, kita lahir dengan kemampuan belajar dari lingkungan, dan lingkungan punya peran penting dalam membentuk kepribadian dan perilaku kita.

 

6. Perilaku sebagai Respons : Watson melihat semua perilaku manusia sebagai respons terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Dia pikir, dengan mengontrol rangsangan yang kita berikan pada seseorang, kita bisa mengendalikan perilaku mereka.

 

7. Pendekatan Ilmiah : Terakhir, Watson sangat mendukung pendekatan ilmiah dalam psikologi. Dia ingin agar psikologi lebih ilmiah dan objektif, mirip dengan ilmu alam.

10.  PEMIKIRAN W. MCDOUGAL

McDougall adalah seorang psikolog yang punya pandangan yang beda dari behaviorisme. Dia tidak setuju dengan beberapa hal penting dari behaviorisme. Ini intinya pemikirannya:

 

1. Bukan Hanya Respons terhadap Stimulus : McDougall tidak setuju dengan pemikiran behaviorisme yang bilang perilaku manusia itu cuma respons terhadap stimulus dari luar. Menurut dia, perilaku manusia tidak bisa dijelaskan hanya dengan begitu. Ada faktor-faktor seperti motivasi, perasaan, dan niat yang berpengaruh.

 

2. Pentingnya Pikiran : McDougall juga bilang bahwa pikiran (kognisi) itu sangat penting dalam pemahaman perilaku manusia. Proses berpikir, seperti pemikiran, persepsi, dan cara kita mengambil keputusan, punya peran besar dalam membentuk perilaku kita.

 

3. Instink dan Naluri : Dia membuat konsep "instink" dan "naluri" yang artinya ada faktor-faktor dalam diri kita yang mempengaruhi perilaku. Dia bilang kita punya instink dan naluri bawaan yang memengaruhi cara kita berperilaku.

 

4. Tidak Setuju dengan Determinisme Eksternal : McDougall tidak setuju pada pandangan behaviorisme yang bilang perilaku manusia itu sepenuhnya ditentukan oleh lingkungan luar. Menurut dia, lingkungan memengaruhi kita, tapi kita juga punya kebebasan dan kemampuan buat pilih cara kita bertindak.

 

5. Peran Emosi : Dia sangat menekankan peran emosi dalam perilaku manusia. Menurut dia, emosi seperti cinta, marah, dan takut punya pengaruh besar dalam tindakan dan keputusan kita.

11.  NEO BEHAVIOURISME

Neo-behaviorisme itu seperti versi "baru" dari behaviorisme. Disini masih mengamati perilaku yang bisa kita lihat dan ukur. Konsep dasarnya tetap soal stimulus (rangsangan) dan respons (tindakan).

Tapi, yang berbeda, mereka mulai menggabungkan ide-ide tentang proses kognitif. Artinya, mereka mengakui bahwa ada pikiran, perasaan, dan pemahaman di dalam kepala kita yang memengaruhi cara kita merespons rangsangan. Mereka tetap fokus pada lingkungan dan belajar sebagai cara kita berubah, tapi mereka juga mengakui peran konsep-konsep mental seperti motivasi dan persepsi dalam perilaku.

Jadi, intinya, neo-behaviorisme itu seperti gabungan antara behaviorisme klasik dengan pemahaman tentang pikiran dan proses mental. Mereka mencoba menggali lebih dalam dalam pemahaman perilaku manusia.

 

Referensi

Hergenhann, B. R. (2018). An Introduction to The History of Psychology. USA: Michele Sordi.