RINGKASAN PSIKOLOGI UMUM PERTEMUAN 6 GESTALT DAN PSIKOLOGI KOGNITIF
NAMA : HIJRAH ARIYANSYAH LUBIS
NIM : 2310321027
MATKUL : PSIKOLOGI UMUM KELAS A
TUGAS : RINGKASAN PRIBADI PERTEMUAN 6 GESTALT & PSIKOLOGI KOGNITIF
1. PENCETUS PSIKOLOGI GESTALT
· MAX WEIRTHEIMER
Max Wertheimer, salah satu bapak pendiri psikologi Gestalt, mengajarkan kita cara melihat dunia dengan cara yang unik. Menurutnya, kita cenderung melihat segalanya sebagai satu kesatuan yang terorganisir, bukan sekelompok potongan-potongan terpisah.
Ada juga aturan-aturan dalam psikologi Gestalt yang menggambarkan cara kita mengorganisir informasi, kayak aturan kesinambungan, kesamaan, dan sebagainya.
Menurutnya juga betul-betul percaya bahwa pikiran kita berperan besar dalam memahami dan menyelesaikan masalah. Jadi, pemikiran kreatif kita itu punya peran penting dalam hal itu.
Psikologi Gestalt juga suka fokus ke pengalaman kita sebagai individu. Max pikir hal yang paling penting itu adalah bagaimana kita lihat dan pahami dunia kita sendiri.
Jadi, psikologi Gestalt ini membantu kita mengerti cara kita melihat dan mengorganisir dunia kita, serta betapa pentingnya peran pikiran kreatif kita dalam pemahaman dan pemecahan masalah.
· KURT KOFFKA
Kurt Koffka, salah satu bapak psikologi Gestalt, punya pandangan yang santai tentang cara kita memahami dunia. Dia bilang kita harus melihat semuanya sebagai satu keseluruhan yang terorganisir, bukan sekadar potongan-potongan terpisah.
Koffka juga punya hukum-hukum Gestalt, seperti hukum kesinambungan dan kesamaan, yang menjelaskanbagaimana kita mengelompokkan informasi dalam pikiran kita. Ini berarti kita cenderung melihat pola yang berlanjut daripada yang terputus-putus.
Dia juga betul-betul peduli soal struktur dan cara kita mengatur informasi. Menurutnya, kita mengorganisir info jadi pola-pola yang lebih besar, yang membantu kita memahami dunia.
Koffka juga bicara soal "benturan antarunsur," yang artinya info-info yang kita terima bisa bersaing dan memengaruhi satu sama lain dalam pemrosesan kita.
Pendekatan Gestalt Koffka ini membantu kita paham gimana kita mengalami dunia dan bagaimana kita atur info dalam pikiran kita.
· WOLFGANG KOHLER
1. Keseluruhan yang Lebih Besar : Ia bilang kita harus lihat pengalaman kita sebagai satu paket, bukan sekadar potongan-potongan. Artinya, kita cenderung mengorganisir informasi dalam pola-pola besar.
2. Hukum-hukum Gestalt : Ia juga memberi nilai penting ke hukum-hukum Gestalt, yang menjelaskan bagaimana kita mengatur informasi. Misalnya, kita suka menghubungkan objek yang terkait dalam satu pola.
3. Pemecahan Masalah : Köhler dikenal dengan eksperimennya pada simpanse yang bisa mencari solusi untuk masalah. Hasilnya menunjukkan betapa kreatifnya pemikiran dalam memecahkan masalah.
4. Insight : Konsep "insight" itu penting. Ini berarti kita tiba-tiba sangat paham cara memecahkan masalah. Ini menunjukkan kekuatan pemikiran kreatif.
5. Pengalaman Pribadin: Köhler juga membahas betapa pentingnya pengalaman kita sendiri. Pengalaman setiap orang itu unik, jadi pemahaman juga harus dilihat dalam konteks pengalaman pribadi mereka.
2. PERCEPTUAL CONSTANCIES DAN GESTALEN
Perceptual Constancies (Konstansi Persepsi) :
Perceptual constancies adalah konsep dalam psikologi yang membuat kita bisa tetap melihat sesuatu dengan benar meskipun situasinya berubah. Artinya, meskipun ada perubahan cahaya atau posisi objek, kita tetap tahu warna dan ukurannya.
1. Konstansi Warna : Ini adalah saat kita tetap melihat warna sesuatu tetap sama meskipun cahayanya berubah. Jadi, baju biru tetap biru bahkan jika ditempatkan di bawah lampu yang berbeda.
2. Konstansi Ukuran : Ini berarti kita bisa melihat ukuran objek tetap meskipun jaraknya berubah. Misalnya, mobil tetap besar meskipun jauh atau dekat dari kita.
Gestalten (Kesatuan) :
Gestalten adalah konsep dalam psikologi yang fokusnya lebih ke cara kita menggabungkan segala sesuatu jadi satu kesatuan yang masuk akal. Ini membuat kita lihat pola dan makna dalam pengalaman kita.
1. Hukum-hukum Gestalt : Ini adalah aturan-aturan yang menjelaskan cara kita mengatur elemen-elemen dalam pikiran kita. Misalnya, kita suka menghubungkan elemen yang mirip atau melihat kesinambungan dalam hal-hal.
2. Pola dan Struktur : Gestalt mengajarkan kita cara melihat gambar atau situasi sebagai satu keseluruhan dengan cerita, bukan cuma potongan-potongan.
3. SUBJECTIVE & OBJECTIVE REALITY
1. Realitas Objektif : Ini konsep tentang ada sesuatu yang nyata di luar sana yang tidak tergantung sama pandangan kita. Jadi, misalnya, gunung itu ada, tidak peduli kita melihatnya atau tidak. Konsep ini penting dalam ilmu pengetahuan dan pengukuran obyektif.
2. Realitas Subjektif : Realitas ini lebih tentang pandangan pribadi kita. Jadi, apa yang kita anggap nyata bisa beda-beda karena pengalaman dan pandangan masing-masing. Misalnya, seorang seniman mungkin melihat keindahan dalam suatu karya seni, sementara yang lain mungkin tidak begitu merasakannya.
4. PENJELASAN GESTALT TENTANG PEMBELAJARAN TEORI LEWIN
Dalam psikologi Gestalt, kita bicarakan soal cara kita belajar dan memahami hal-hal. Konsep dari Kurt Lewin adalah tentang bagaimana perubahan terjadi dalam pembelajaran.
1. Pengalaman Pembelajaran sebagai Kesatuan (Gestalt) : Psikologi Gestalt bilang, kita lebih mudah belajar dan ingat jika informasi diorganisir dengan baik, jadi kita melihatnya sebagai suatu kesatuan, bukan potongan-potongan terpisah.
2. Perubahan dalam Pembelajaran (Teori Lewin) : Lewin bilang, untuk merubah pemahaman kita, kita harus buka pikiran kita yang sudah ada (unfreezing), lalu masukkan perubahan (moving), dan akhirnya kunci perubahan itu dalam pikiran kita (refreezing).
3. Fokus pada Pengalaman Pribadi (Gestalt) : Psikologi Gestalt juga menekankan bahwa setiap orang punya pengalaman yang unik, jadi dalam pembelajaran, kita harus mengerti bagaimana setiap orang melihat dunia berdasarkan pengalaman dan pandangannya sendiri.
5. PERKEMBANGAN PSIKOLOGI KOGNITIF
1. Awalnya: Psikologi Kognitif Muncul : Pada tahun 1950-an dan 1960-an, psikologi kognitif mulai ramai dibahas oleh ahli. Mereka fokus pada cara kita proses informasi, seperti bagaimana kita memberi respon ke sesuatu.
2. Kognitivisme dan Simbolisme : Di awal, para ahli suka teori kognitivisme yang menganggap otak kita seperti komputer yang proses informasi memakai simbol dan aturan. Mereka juga serius pada pemahaman bahasa dan cara kita komunikasi.
3. Memori Jadi Penting : Psikologi kognitif juga punya peran besar dalam membuat kita memahami bagaimana otak kita menyimpan informasi, ingatan, dan kadang-kadang lupa.
4. Sosial dan Emosi Masuk : Belakangan, psikologi kognitif jadi peduli sama sisi sosial dan emosional kita. Mereka pelajari bagaimana kita ambil keputusan dalam konteks sosial dan bagaimana emosi kita bisa mempengaruhi cara kita berpikir.
5. Neurokognitif : Sekarang, dengan teknologi canggih seperti MRI fungsional, psikologi kognitif bisa lihat otak kita beraksi saat kita berpikir. Ini sangat membantu untuk mengejar detail proses kognitif kita.
REFERENSI
Hergenhahn, B.R. 2018. An Introduction to the History of Psychology 8th Edition. Wadsworth: USA