Ringkasan Tumbuhnya Psikologi Eksperimen dan Awal Psikologi Modern

 

NAMA        : HIJRAH ARIYANSYAH LUBIS

NIM            : 2310321027

MATKUL    : PSIKOLOGI UMUM KELAS A

TUGAS        : RINGKASAN PRIBADI PERTEMUAN 3

1.        PERBEDAAN INDIVIDU

Individu dapat diartikan sebagai kata yang merujuk pada setiap orang baik itu anak-anak atau orang dewasa, baik kelompok maupun sendiri. individu akan berdiri sendiri dengan karakteristiknya masing-masing yang akan menjadi pembeda dari kelompok atau individu lainnya. Serta sifat yang ditunjukkan oleh individu yang bersangkutan merupakan sifat relatif pada diri individu tersebut.

Perbedaan individu merupakan perbedaan mencakup rupa fisik, maupun kemampuan untuk menerima dan memberi informasi, komunikasi, serta sosial lainnya, yang dapat didasari oleh 3 teori Sigmund Freud

Teori kepribadian yang terdiri dari tiga struktur utama: id, ego, dan superego. Menurut Freud, perbedaan individu tercermin dalam interaksi kompleks antara ketiga struktur ini.

1.      Id: Merupakan bagian primitif dan tak sadar dari kepribadian yang menginginkan pemenuhan instan dari kebutuhan dan dorongan dasar, seperti nafsu seksual dan agresi.

2.      Ego: Ini berfungsi sebagai penengah antara id dan realitas eksternal. Ego berusaha memenuhi keinginan id dengan cara yang sesuai dengan norma sosial dan kenyataan.

3.      Superego: Merupakan internalisasi norma-norma sosial dan nilai-nilai moral. Ini menciptakan perasaan bersalah ketika perilaku tidak sesuai dengan standar moral yang diterima.

Menurut Freud, konflik antara tiga komponen ini dapat menghasilkan perbedaan individu dalam perilaku dan kepribadian. Faktor-faktor seperti pengalaman masa kanak-kanak, kecemasan, dan mekanisme pertahanan juga berperan dalam membentuk perbedaan individu dalam pandangan Freud.

2.      PENELTIAN AWAL TENTANG SARAF OLEH AHLI

Penelitian awal oleh tokoh seperti Johannes Müller, Hermann von Helmholtz, Ewald Hering, Franz Joseph Gall, dan Paul Broca telah memberikan fondasi penting dalam pemahaman tentang sistem saraf pusat, struktur otak, dan kompleksitas hubungannya dengan perilaku dan fungsi kognitif manusia.

·         Johannes Müller memperkenalkan doktrin spesifik energi saraf, yang menyatakan bahwa setiap jenis saraf memberikan sensasi tertentu tergantung pada cara saraf tersebut dirangsang.

·         Hermann von Helmholtz mengembangkan teori tiga warna dalam penglihatan dan melakukan pengukuran kecepatan reaksi saraf, membantu pemahaman tentang transmisi impuls saraf.

·         Ewald Hering mengembangkan teori opponent-process dalam penglihatan, yang menyatakan bahwa kita melihat warna dalam pasangan yang berlawanan.

·         Franz Joseph Gall mendirikan frenologi, meskipun konsep ini sudah tidak diakui dalam ilmu saraf modern.

·         Paul Broca menemukan Area Broca di otak, yang terkait dengan produksi bahasa dan memberikan bukti bahwa area tertentu di otak berkaitan dengan fungsi kognitif.

Semua penelitian ini telah membantu membentuk pemahaman kita tentang sistem saraf pusat, struktur otak, dan korelasinya dengan perilaku dan fungsi kognitif manusia.

3.      TUMBUHNYA PSIKOLOGI EKSPERIMEN

Perjalanan perkembangan psikologi eksperimental bisa kita lihat seperti ini:

·         Zaman Kuno "Sebelum Eksperimen" : Waktu itu, orang punya ide-ide psikologis tapi belum ada bukti kuat. Jadi, belum ada metode ilmiah yang serius untuk menguji ide-ide itu. Kita bisa bilang ini masa "eksperimen belum booming."

·         Zaman Eksperimen Pionir : Masuk Wilhelm Wundt, yang jadi pendiri dari psikologi modern. Dia mendirikan laboratorium psikologi pertama di Jerman, sekitar 1879-an. Ide dia: memakai metode ilmiah dan ukur segala sesuatu tentang pikiran secara objektif.

·         Penggalian Pikiran yang Lebih Dalam : Ini dimasa orang mulai serius menggali pikiran kita, seperti bagaimana kita melihat, ingat, dan fokus. Tokoh seperti Hermann Ebbinghaus membantu kita paham soal ingatan dan pembelajaran.

·         Eksperimen Modern : Sekarang, metodenya jadi lebih ketat, ada statistik, dan desain eksperimen canggih. Semua ini untuk kontrol variabel dan mencari hubungan sebab-akibat. Juga lebih sering mengukur angka-angka dan memakai pendekatan bukti nyata.

Jadi, ilmu psikologi terus maju berkat kerja keras ilmuwan dan eksperimen yang terus dilakukan. Pada dasarnya, ini tentang kita jadi tahu lebih banyak soal pikiran dan perilaku manusia lewat penelitian dan metode yang semakin canggih.

 

4.      KONSEP PSIKOLOGI MODERN WUNDT, TITCHENER, PENDEKATAN LAINNYA

1.      Wilhelm M. Wundt

·         Dikenal sebagai "Bapak Psikologi Eksperimental," ia adalah profesor psikologi yang terkenal karena merupakan pencetus psikologi modern. Dia punya menyampaikan bahwa manusia hanya bisa fokus pada satu hal pada satu waktu. Ini menjadi dasar untuk kesadaran diri manusia dalam ilmu psikologi eksperimental.

·         Ia memakai metode yang disebut "intropeksi" atau "pengamatan diri" agar bis memahami kesadaran ini. Dia juga mendirikan laboratorium psikologi pertama di Universitas Leipzig pada tahun 1879, yang jadi awal psikologi jadi ilmu sendiri.

·         Tujuannya sederhana: mencari tau apa itu kesadaran. Pendekatan ini dikenal sebagai strukturalisme. Ia mengibaratkan kesadaran itu seperti lego, terbentuk dari potongan-potongan sederhana yang bikin satu kesatuan. Meskipun konsepnya memengaruhi perkembangan psikologi modern, strukturalisme juga punya banyak kritik karena dianggap terlalu abstrak dan sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

2.      Edward B Titchener

·         Ia adalah rekan belajar Wilhelm Wundt, tapi mereka punya pandangan yang beda. Titchener lebih fokus ke struktur isi kesadaran daripada elemennya. Fokus utamanya adalah mencai tahu apa yang ada di dalam pikiran kita.

·         Titchener beranggapan psikologi harus menggali pengalaman sadar. Misalnya, cahaya dan suara itu bisa dianalisis oleh fisikawan, tapi psikolog melihat dari cara kita mengalaminya.

·         Ia juga mendefinisi kesadaran sebagai rangkuman pengalaman kita pada saat tertentu. Pikiran, menurut dia, adalah rangkuman pengalaman sepanjang hidup. Tujuannya hanya satu: mencari tahu struktur pikiran.

·         Ia merupakan pecinta sains murni. Ia tidak peduli untuk menyembuhkan pikiran yang sakit atau mengubah masyarakat. Psikologi baginya hanya metode untuk menemukan fakta-fakta tentang pikiran.

·         Dalam penelitiannya, dia temukan tiga kondisi dasar kesadaran: sensasi (dari benda fisik), citra (gambaran dalam pikiran), dan kondisi afektif (emosi seperti cinta atau benci).

·         Ada juga konsep-konsep tentang kualitas (misal, warna), intensitas (seberapa keras atau lemah sensasi itu), durasi (berapa lama sensasi itu), dan kejelasan (seberapa jelas perhatian kita ke sensasi itu).

·         Titchener memakai metode introspeksi, di mana orang yang terlatih lihat dalam pikiran mereka sendiri. Itu cara untuk mengejar kesadaran.

3.      Franz Clemens Brentano

·         Brentano adalah seorang filosof yang punya pandangan unik tentang pemikiran. Ia mengatakan yang paling penting dari pemikiran itu adalah prosesnya, bukan isinya. Jadi, kita harus lebih fokus ke cara pikiran terjadi daripada apa yang dipikirkan.

·         Brentano juga punya konsep psikologi tindakan. Ia bilang setiap tindakan mental itu terkait dengan objek di luar diri kita. Misalnya, saat kita berpikir tentang sesuatu, pikiran itu selalu berkaitan dengan objek di dunia nyata.

·         Ia memakai metode intropeksi fenomenologis buat mempelajari proses tindakan mental. Jadi, Ia melihat bagaimana pengalaman terbentuk.

·         Pengaruh Brentano dalam psikologi lebih dari hubungannya dengan orang-orang daripada tulisannya. Jadi, ia berdampak besar karena interaksinya dengan orang lain dalam dunia akademis.

4.      Curl Stumpf

·         Stumpf adalah seorang ahli psikologi yang dipengaruhi oleh Brentano. Ia  memulai karirnya di bidang ini pada tahun 1868 setelah meraih gelar doktor. Lalu, ia mengikuti kuliah Brentano di Universitas Wurzburg, dan itu sangat mempengaruhi dia.

·         Pada tahun 1893, ia menjadi guru besar psikologi di Universitas Berlin. Ia menjadi tokoh penting karena ia berhasil menjadikan psikologi sebagai disiplin ilmu yang diakui di universitas.

·         Ia juga mendirikan laboratorium psikologi di Berlin dan lebih fokus ke penelitian tentang persepsi suara. Stumpf punya keyakinan bahwa psikologi dan filsafat itu punya hubungan erat.

·         Ia berpendapat kalau objek studi di psikologi itu bukan elemen-elemen kesadaran, tapi fenomena mental. Gagasan ini jadi dasar buat aliran psikologi Gestalt yang lebih fokus ke fenomenologi. Jadi, Stumpf punya peran penting dalam perkembangan psikologi.

5.      Hans Vaihinger

·         Vaihinger menuangkan ide unik dalam bukunya yang berjudul "The Philosophy of 'As If'." Ia berkata semua yang kita alami itu sebenarnya hubungan antara sensasi-sensasi. Tapi, agar bisa berfungsi dalam masyarakat, kita harus memberi makna pada sensasi itu dengan membuat istilah dan teori, seolah-olah itu nyata.

·         Artinya, meskipun kita tidak tahu pasti apakah yang kita buat itu nyata atau tidak, kita tetap bertindak seolah-olah itu nyata. Vaihinger mengatakan istilah-istilah ini, meskipun fiksi, tak berarti. Sebuah konsep bisa jadi salah, tapi tetap bisa berguna dalam kehidupan kita. Jadi, ia punya pandangan unik tentang bagaimana kita memahami dunia.

6.      Herman Ebbinghaus

·         Ia merupakan pelopor psikologi eksperimental, fokusnya pada memori dan cara kita mengingat. Ia punya eksperimen keren dengan kata-kata yang tak punya arti, yang disebut "nonsense syllables." Ia baca kata-kata ini berulang-ulang dan coba untuk mengingat. Lalu, ia harus menyebutkan lagi sebanyak mungkin setelah kata-kata itu "hilang" dari pandangannya. Dari situ, ia membuat "Kurve Retensi Ebbinghaus," yang mengukur cara kita lupa seiring waktu.

·         Ebbinghaus juga memiliki hukum tentang rasio, yang menyebutkan semakin banyak yang kita pelajari, semakin lama waktu yang dibutuhkan. Ini menjadi "hukum Ebbinghaus."

·         Ia juga berperan dalam psikologi juga termasuk mengembangkan tes, seperti tes aritmatika dan tes tentang mengingat kata-kata. Ia juga membuat teori tentang kurva daya ingatan yang membuat kita lupa hal-hal seiring waktu, tapi tidak hilang sama sekali. Terakhir, ia kritis tentang psikologi, ia mengatakan psikologi harus berdasarkan pengalaman langsung, bukan cuma teori lama. Jadi, ia punya peran penting di dunia psikologi.

7.   Oswald Kulpe

·         Ia merupakan tokoh psikologi modern berdarah Jerman yang lahir di Latvia pada 1862, awalnya tertarik pada filsafat, tapi kemudian jatuh cinta pada psikologi. Dia belajar di Universitas Leipzig, Jerman, sama Wilhelm Wundt, yang dijuluki Bapak Psikologi Modern.

·         Ia punya pandangan berbeda soal berpikir. Ia bilang berpikir bisa tanpa ada gambaran atau imaji, dan ia buktikan ini dengan eksperimen menggunan metode yang dia sebut "systematic experimental." Dalam metode ini, ia berikan masalah ke orang dan minta mereka cerita proses berpikir mereka saat selesainya.

·         Ia juga bercerita tentang "imageless thoughts," tentang pencarian mengenai mencari, ragu, dan lain-lain. Ini artinya berpikir bisa tanpa gambaran atau sensori.

·         Tapi, Titchener punya pandangan beda dan kritik soal metode Külpe. Bagi Titchener imageless thoughts muncul karena subjek eksperimen yang tidak baik. Jadi, ada perdebatan antara mereka tentang ini.

8.    Herman Von Helmholtz

·         Ia seorang jenius dari Jerman, lahir pada 31 Agustus 1821, dan dia punya gelar dalam fisika, fisiologi, dan psikologi. Dia adalah salah satu ahli peneliti yang langka yang bisa ahli di banyak bidang ilmu. Helmholtz menjadi profesor di beberapa universitas terkenal.

·         Salah satu prestasi besar Helmholtz adalah mengukur seberapa cepat impuls saraf bisa bergerak dalam tubuh manusia. Dia juga punya pandangan materialistik, artinya dia lihat makhluk hidup, termasuk manusia, sebagai mesin kompleks yang dipengaruhi oleh hukum fisika. Dia bahkan menunjukkan kalau kontraksi otot bisa menaikkan suhu sedikit.

·         Ia juga mengatakn pengalaman masa lalu kita yang membuat sensasi kita jadi persepsi. Sensasi itu seperti bahan mentah, dan pengalaman kita yang membentuknya jadi sesuatu yang kita mengerti. Jadi, dia punya kontribusi besar dalam pemahaman kita tentang fisika, fisiologi, dan psikologi.

 

Referensi

Harsanti, I. A. (2013). PSIKOLOGI UMUM 1 . Jakarta.

Hergenhann, B. R. (2018). An Introduction to The History of Psychology. USA: Michele Sordi.

Moningka, C. dkk. (2021). Psikologi Industri dan Organisasi: Kolaborasi Dosen Pengampu Mata Kuliah Psikologi Industri dan Organisasi. Siak: Dd Publishing.

Nastiti, D. (2021). Buku Ajar Asesmen Minat dan Bakat Teori dan Aplikasinya. UMSIDA Press.

Sairah, A. R. (2021). PRINSIP-PRINSIP KEMUNCULAN DISIPLIN ILMIAH DALAM PEMIKIRAN WILHELM WUNDT (1832-1920) TENTANG PSIKOLOGI. Jurnal Filsafat.

Zaviera, F. (2016). Psikologi - Freud - Teori Kepribadian . PRIMASOPHIE.